ARTIKEL
<< Kembali

Agar Dapat Diserap Di Dunia Kerja

Pemerintah tengah menyiapkan revitalisasi SMK 2020-2025. Beberapa perubahan akan diterapkan pada SMK agar lulusan diserap banyak ke dunia kerja. Selama ini SMK menyumbang lulusan dengan pengangguran paling tinggi.

Dalam revitalisasi SMK secara bertahap jumlah SMK nantinya akan lebih banyak dibanding SMA. Sistem kurikulum diubah dari semula supply base ke demand base. Artinya, kurikulum SMK akan ditentukan oleh dunia usaha agar klop dengan kebutuhan industri di lapangan. 

Badan Pusat Statistik (BPS), mencatat pada Februari 2019 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,01%. Jumlah angkatan kerja pada Februari 2019 sebanyak 136,18 juta orang, naik 2,24 juta oran dibanding Februari 2018. Sejalan dengan naiknya jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat sebesar 0,12 persen poin.

Selama ini kalangan pengusaha menilai tenaga kerja Indonesia kurang berdaya saing dibanding dengan beberapa negara ASEAN lain. Hal ini yang mendera lulusan SMK yang seyogyanya ditempah untuk masuk ke dunia kerja.

Ini masalah kita menghadapi era bonus demografi, ledakan orang usia produktif, tapi mereka kan belum tentu bekerja produktif. Jadi supaya orang produktif ini bisa bekerja produktif maka inilah revitalisasi SMK.